Focus Group Discussion (FGD)

Lil Kelud Lillahi Ta'ala

Tri Gili View

Bangunan penjara kolonial dilingkungan RMIT Melbourne, sekarang menjadi Musholla

Selasa, 17 Mei 2016

Sowan Guru Al Habib Abdulloh Muhammad Baharun

Sowan Guru Al Habib Abdulloh Muhammad Baharun. Menuai kalam hikmah dari ahli hikmah 17 Mei 2016

Selasa, 23 Desember 2014

Focus Group Discussion (FGD)

Segenap pengurus RMI berkumpul di Wisma Haji Kemenag Jatim dalam sebuah acara FGD sinergi program antar institusi untuk pemberdayaan pesantren 2015. Sebuah FGD yang unik dengan gojekan ala pesantren tapi malah menunjukkan soliditas pengurus dan pengasuh pesantren. Dengan candaan yang tajam tapi malah menghasilkan solusi yang mantap. Barokah untuk Khidmah... Amin..

Sabtu, 12 Juli 2014

Pendidikan Karakter: Sebuah Upaya Pembentuk Karakter Bangsa


Abstrak
Tulisan ini mengkaji tentang konsep Pendidikan Karakter. Konsep ini masih menarik dikaji dan diketengahkan lagi karena kendatipun ia telah lama dicetuskan dan diserukan oleh Pemerintah untuk diimplementasikan di seluruh satuan pendidikan, namun pada realitanya masih banyak bermunculan fenomena-fenomena yang bertolak belakang dengan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam Pendidikan Karakter.
Konsep Pendidikan Karakter yang diupayakan oleh Pemerintah Indonesia, menurut hemat penulis, sudah sangat ideal. Namun, nampaknya, pada realitanya, masih bersifat sangat teoritis. Padahal, suatu karakter tidak bias dibentuk hanya dengan teori, tetapi harus turun pada praksis. Selain itu, konsep ini juga tidak akan berjalan dan menghasilkan hasil yang sempurna jika tidak ada kerjasama yang baik antara sekolah, keluarga, lingkungan/ masyarakat, dan juga pemerintah.
Key Words: Pendidikan Karakter, Pemerintah, Akhlak   

Selasa, 01 Juli 2014

Teori Al-Kindi dalam Mempertemukan Filsafat dan Agama

Perkataan filsafat pada asalnya mempunyai arti yang sederhana, sekedar pembedaan antara sifat manusia dengan sifat yang dimiliki oleh Tuhan berkenaan dengan kepandainnya. Manusia tidak dapat bersifat bijaksana, dia boleh menjadi penggemar kebijaksanaan, sedangkan Tuhan sajalah yang bersifat bijaksana. Akan tetapi lama-kelamaan perkataan itu digunakan untuk menunjukkan kepada satu aktifitas manusia yang berkenaan dengan pemahaman terhadap dunia secara kesuluruhan.

Senin, 12 Mei 2014

KH. Imam Yahya Mahrus; Supel dalam bergaul, tegas dalam mendidik


Terlahir sebagai seorang pemenang
Pada tahun 1948 hingga 1949 terjadi sebuah agresi Belanda yang dikenal sebagai “aksi polisional kedua”. Di saat itu, KH. Mahrus Aly menghimbau seluruh santri Lirboyo untuk mengungsi ke beberapa tempat termasuk di bawah kaki gunung Klotok, Mojokudi, sementara Nyai Hj. Zainab diungsikan bersama dzurriyah putri lainnya di kediaman KH. Marzuqi Dahlan. Selang beberapa saat setelah santri-santri kembali ke Lirboyo, lahirlah seorang bayi mungil dari rahim Nyai Hj. Zainab yang diberi nama Imam Yahya. Beliau lahir bak seorang pemenang di saat suasana genting menyelimuti langit Kediri. Memang belum jelas tentang kepastian tanggal dilahirkannya Imam Yahya. Namun menurut Agus Reza (putra pertama Kiai Imam Yahya), dari surat-surat yang ada, tertera beliau lahir pada 01 Agustus 1949. KH. Mahrus (ayahanda Kiai Imam) memberi nama Imam Yahya yang diambil dari nama pemimpin Yaman tahun 40-an, Imam Yahya yang berjuluk Amir al-Muslimin, seorang ahli politik, strategi dan ilmu alat (Nahwu-Sharaf). Tentu, harapannya kelak Imam Yahya menjadi sosok seperti Imam Yahya, Sang Amir al-Muslimin.